LAPORAN AKHIR  CHARACTER BUILDING PANCASILA

BAB 1 
PENDAHALUAN 

Latar Belakang

             Pendidikan anak usia dini (Paud) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditunjukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enak tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut,yang diselenggarakan pada jalur formal,nonformal,dan informal.
            Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 5 perkembangan, yaitu: perkembangan moral dan agama, perkembangan fisik ( koordinasi motorik halus dan kasar),kecerdasan/kognitif (daya pikir,daya cipta),sosio emosional (sikap dan emosi) bahasa dan komunikasi , sesuai dengan keunikan dan tahap tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dengna keunikan dan tahap tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini seperti yang tercantum dalam permendiknas no 58 tahun 2009.
            Pola pikir yang dimaksdukan adalah bagaimana anak dapat menyelesaikan masalah yang ada pada sekitar mereka dengan hal yang paling mendasar, seperti ketika guru memberikan tugas bagaimana anak tersebut dapat menyelesaikan tugas tersebut. Sama halnya dengan pembangunan pola pikir, pembangunan karakter anak sejak dini dinilai cukup penting karena hal tersebut akan mempengaruhi segala aspek yang dimiliki oleh anak tersebut.
            Pembangunan karakter anak memang dapat di lakukan di lingkungan PAUD, namun ada hal penting yang harus diperhatikan yaitu metode yang dilakukan, Di masa sekarang penting sekali menanamkan nilai nilai pancasila untuk pembangunan karakter anak, karena pancasila sendiri merupakan ideologi bangsa indonesia, yang secara otomatis mencangkup segala aspek kehidupan. Dengan menanamkan nilai-nilai pancasila pada perkembangan anak sejak usia dini,diharapkan anak-anak PAUD dapat memiliki rasa empati terhadap sesama ,patuh terhadap segala ajaran agama yang di anut, nasionalisme.
Rencana Kegiatan
Adapun rencana kegiatan yang akan kami lakukan adalah membantu tenaga pengajar paud dengan mengajar anak paud pada:
Tempat       : PAUD Terpadu
Waktu        :08.00-09.30
Hari           :Selasa
Berikut hal hal yang akan kami lakukan pada saat membatu tenaga pengajar di PAUD:
1.      Sebagai awal, kami akan mengajukan perizinan dan menjelaskan maksud dan tujuan datang baik kepada pengurus PAUD dan anak-anak PAUD
2.      Setiap awal sesi akan di adakan doa bersama
3.      Memberikan materi yang sudah disiapkan sebelumnya
4.      Bernyanyi bersama-sama dengan anak-anak PAUD
5.      Bermain games  salah satu contoh gamenya adalah sambung kata
6.      Membagikan hadiah pensil kepada anak anak sebagai reward hasil permainan games
7.      Salam perpisahan kepada anak-anak PAUD
8.      Menutup setiap acara berakhir dengna bedoa sebagai tanda bersyukur
9.      Berfoto-foto dengan seluruh anak-anak PAUD


BAB 2 

METODE KEGIATAN 
2.1        Pendampingan
Dalam proses pemberian materi kepada anak, kami akan melakukan pendampingan agar materi yang disampaikan dapat terfokuskan dan mudah di pahami bagi anak-anak tersebut. Kami akan membagi beberapa anak dalam sebuah kelompok dan memberikan satu orang pendamping untuk memberikan materi yang akan di sampaikan. Materi yang dimaksud ialah bahasa inggris maupun matematika. Selain itu hal ini juga dapat mendorong anak agar dapat membaur antara satu sama lain Di akhir pengajaran nanti akan di adakan review atas materi yang telah di sampaikan.

2.2       Pelatihan
Pelatihan yang akan kami berikan dimaksudkan untuk melatih anak-anak PAUD dalam mengenal lagu-lagu wajib yang terdapat di Indonesia dan meningkatkan kreativitas yang dimiliki masing-masing anak dengan cara mewarnai. Hal ini dapat meningkatkan rasa semangat individu dalam menyelesikan sesuatu dan belajar sesuatu hal yang baru.

2.3       Hiburan
Hiburan yang akan di sediakan oleh kami tentu saja akan mendorong rasa kebersamaan dan menumbugkan kerja sama tim antara satu dengan yang lainnya. Tentu saja hal ini juga dapat menghilangkan rasa apatis dari dalam masing-masing pribadi anak. Di sisi lain dengan hiburan yang akan diberikan tentu akan menumbuhkan rasa percaya diri. Di akhir games, kami akan memberikan snack kepada seluruh anak.

2.4       Permasalahan
1.      Kurangnya mengajarkan permainan tradisional yg dapat membuat mereka mengerti arti budaya indonesia
2.      Susahnya untuk menentukan hari yang tepat untuk dapat menjar murid-murid paud
3.      Kurangnya pengalaman dalam cara berbicara dengan anak-anak paud
4.      Sedikit kesusahan dalam mengajak anak anak untuk belajar

2.5       Solusi
1)      Memberikan permainan permainan penting lainnya yang bersangkutan dengan alam
2)      Bersabar dalam mencari hari yang pas dengan keputusan bersama
3)      Membiasakan diri masing masing untuk lebih banyak belajar untuk berbicara dengan anak anak paud
4)      Tetap berusaha untuk mengajak mereka untuk belajar sambil bermain karena anak kecil lebih suka belajar di gabungkan dengan bermain.


BAB III
MATERI

3.1 Sila Pertama
Ketuhanan Yang Maha Esa.
Pada sila pertama anak-anak PAUD tentu belum semua tahu bagaimana cara megamalkan pancasila sila pertama ini, maka hal yang akan kami lakukan adalah mengajarkan dan membiasakan anak-anak di PAUD untuk berdoa sebelum dan sesudah kelas, tentu saja menurut kepercayaan masing-masing anak.
3.2 Sila Kedua 
  Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
            Pada sila kedua anak-anak PAUD mungkin belum tahu cara megamalkan pancasila sila kedua ini yang menganut makna kemunusian yang beradab, maka kami akan mencoba menanamkan kepada setiap anak untuk saling menjaga antara satu dengan yang lainnya.
3.3 Sila Ketiga 
  Persatuan Indonesia
Pada sila ketiga yang mengandung makna persatuan Indonesia anak-anak pasti belum menanamkannya karena belum memiliki rasa untuk menjunjung rasa persatuan, karena itu kami membuat games yang menitik beratkan untuk mengenal makna kesatuan.
3.4 .Sila Keempat
 Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.
Pada sila yang keempat adalah musyawarah mufakat yang artinya kita harus dapat menghargai pendapat orang lain, maupun keputusan orang lain. Disinilah kami akan mencoba, agar anak-anak paud ini memiliki rasa hormat terhadap pendapat orang lain dengan cara bermain game-game yang akan di berikan
3.5 Sila Kelima
  Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Pada sila kelima ini hal yang menjadi tolak ukurnya adalah kita harus mampu mempunyai rasa semangat kekeluargaan dan juga kegiatan gotong royong maka dari itu disini kami akan menanamkannya dengan cara menyelesaikan suatu puzzle atau masalah kecil secara bersama sama,

                3.6 Volunteering,dan lain sebagainya
            Dikarenakan anggota kami sudah mencukupi maka kami sepakat untuk tidak menambah anggota atau pun volunteer pada kegiatan ngajar-mengajar.

 BAB  IV

PELAKSANAAN KEGIATAN

Deskripsi
Kegiatan pengajaran pada anak anak PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) lebih menekankan pada bidang akhlak melalui nilai – nilai agama yang dianutnya agar dapat membentuk karakter anak usia dini kearah yang positif dan baik.Kegiatan yang dilakukan secara rutin dan terintegrasi maka anak akan membentuk sikap dan karakter yang diharapkan, melalui contoh – contoh yang di lihatnya setiap hari. Kegiatan ini di lakukan dengan metoda games dan bermain.
Dalam rangka mencapai keberhasilan pembentukan kepribadian anak agar mampu terwarnai dengan nilai-nilai agama,maka perlu didukung oleh unsur keteladanan dari orang tua dan guru. Bagaimana  anak – anak Paud senang  dan bisa menerima pembelajaran yang bersifat gembira tanpa beban.

Sistematika Kegiatan
1.      Diawali dengan Berdoa bersama
2.      Memperkenalkan diri dengan cara Ceria ( Cerita Indah Anak )
3.      Kegiatan Mengajar melalui Metoda Playing  Games (MPG )
4.      Memasukan unsur – unsur karakter melalui playing games
5.      Penutup dengan pamitan pada siswa  ( Paud )
  
BAB V
PENUTUP

REFLEKSI SELAMA KEGIATAN NGAJAR MENGAJAR DI PAUD MENURUT:

-          Sylvia Setio      : Pada awalnya saya masih belum terbiasa dengan anak-anak itu dan ini merupakan pertama kalinya saya mengajarkan mereka dengan materi mempel komunikasi, memindahkan air, mewarnai walaupun pertama kali kita merasa aneh dan tidak akrab dengan anak tetapi degan pertemuan selanjutnya saya mulai akrab dengan anak-anak paud terpadu

-          Melisa Permatasari    : Perjuangan untuk mengajar pada ketiatan CB awalnya sangat sulit, mulai dari menyatukan kelompok yang anggotanya berasal dari berbagai jurusan, mengatur jadwal mengajar, mencari berbagai paud, bernego dengan kepala sekolah paud dll. Selain itu, megnajar anak kecil merupakan hal yang baru bagi saya. Dari minggu ke minggu saya berusaha untuk mengajar mereka dengan baik agar apa yang kami ajarkan mengaar paud ini saya merasa menjadi lebih baik, lebih sabar, berlatih komunikasi dengan anak-anak, guru-guru paud dan bekerja sama teman kelompok CB.


-          Yohan Sinata   : Awalnya saya kira akan mudah untuk mengajar anak-anak paud, mungkin mereka akan takut dan patuh dengan yang kita ajarkan dan berikan. Tapi bukan hanya aktif tapi mereka sangat angtusias dengan kami, sabar melihat anak yang terlalu aktif memainkan permainannya, di pikiran mereka bermain adalah penghilang sedih. Banyak juga yang nurut banyak yang tidak. Dari sini walau hanya berapa kali pertemuan kepada mereka, tapi salah satu anak dari situ merasa sedih sekali ketika kita ingin berpisah. Jika anak kita tanam kebiasaan baik, dia akan terbiasa dengan masa kecilnya dan di dewasa nanti mereka memperlakukan kebaikan mereka dapat disaat masih kecil

-          Steven. G  : Pada awal saya datang mengajar pada hari pertama saya kira mengajar anak paud sangat gampang dan mudah tetapi di luar pikiran saya karena tidak segampang yang saya perkirakan karena harus penuh dengan kesabaran untuk dapat mengajar murid-murid paud karena tidak smeua anak murid di sana sama ada yang proaktif, pendiam, pemalu, dan lainnya. Tetapi saya sadar karena anak seusia mereka masih perlu kegembiraan, kesenangan pada masa kecilnya dan mereka lah penerus bangsa ini yang harus diberikan penyajian pokok yang bagus untuk mereka kedepannya maka dari pertemuan kedua samphe akhir saya pin banyak belajar lebih untuk sabar dalam menyelesaikan sebuah permasalahan dan dapat ekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan yang di hadapi saya kagum pada guru paud dengan kesabaran dan kemampuan mereka, mereka dapat memahami anak anak paud dengan mudah dan dapat belajar dengan penuh kebanggaan.
-          Willyam C.R.P   : Pada awalnya saya tidak tertarik untuk mengajar anak-anak kecil di paud itu, tapi setelah saya melewati beberapa pertemuan untuk mengajar anak kecil di paud daerah kecamatan kebon jeruk tersebut saya jadi lebih mengerti dan lebih mengenal sifa-sifat anak kecil. Dari pengalaman saya mengajar mereka saya lebih mengerti bahwa bawasannya anak kecil itu harus diperlakukan dengan selembut mungkin jika ketika sedikit saja tidak sabar mengjari mereka, mereka pasti akan mengingat itu terus menerus dan tidak menyukai kita. Anak-anak disana pun sangat senang dengan kedatangan team kami dan ingin kami untuk tetap mengajar kita disana, dan momen pertemuan terakhir pun tiba dan saat itu saya merasa kehilangan begitu juga mereka mungkin akan merasakan rindu akan canda tawa yang kita berikan selama masa ngajar-mengajar di paud mereka tersebut.

-          Rendi Sanjaya    : Saya merasa hari disaat pertama mengjar adalah hari terbaik saya karena saya bisa mengerti dan memahami maksud anak-anak kecil seperti paud ditempat saya ngajar saya mendapatkan banyak pengalam dari sana dan saya selalu mendoakan yang terbaik buat anak-anak disana agar lebih baik dan menjadi citra bangsa dikemudian hari.

Comments

Popular posts from this blog